Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Salwa Salloum, aktivis dakwah Lebanon dan anggota kelompok kerja perempuan dan anak pada Sekretariat Konferensi Permanen Palestina di Majelis Syura Islam Iran, dalam wawancara dengan ABNA menjelaskan kondisi rakyat Lebanon di tengah perang dan tekanan terhadap pendukung Hizbullah.
Ia mengatakan, banyak warga Lebanon sejak awal perang terpaksa meninggalkan rumah hanya dengan membawa satu koper berisi kebutuhan dasar. Meski hidup dalam kondisi sulit, menurutnya, masyarakat pendukung Hizbullah tetap bertahan dengan tawakal, kesabaran, dan semangat perlawanan.
Salloum menegaskan bahwa Syiah Lebanon telah beberapa kali mengalami pengungsian akibat perang, namun selalu kembali membangun kehidupan mereka dari reruntuhan rumah-rumah yang hancur. Ia menyebut keteguhan rakyat Lebanon sebagai bentuk “kesabaran indah” dalam menghadapi agresi Israel dan tekanan internal dari pihak-pihak yang mendorong kompromi.
Dalam bagian lain wawancara, ia menyatakan bahwa rakyat Lebanon sangat memperhatikan perkembangan Iran dan merasa dirinya sebagai bagian tak terpisahkan dari rakyat Iran. Menurutnya, ketika rakyat Lebanon menyaksikan aksi-aksi malam di Iran melalui jaringan televisi dan media sosial, mereka merasa bangga dan mendapat semangat baru.
Ia menambahkan, banyak warga Lebanon berkata bahwa rakyat Iran beruntung karena pemerintah dan rakyat berdiri bersama. Menurutnya, aksi-aksi tersebut membuat kawan-kawan Iran semakin berharap dan membuat musuh semakin putus asa.
Salloum juga menegaskan bahwa rakyat Lebanon menolak segala bentuk kompromi dengan rezim Zionis. Ia menyebut normalisasi atau perundingan langsung dengan Israel sebagai kesalahan strategis dan bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan panjang rakyat Lebanon.
Aktivis Lebanon itu menilai bahwa perang hari ini bukan hanya perang senjata, tetapi juga perang narasi. Karena itu, media harus menyampaikan kisah-kisah yang menguatkan hati rakyat Lebanon, memperkokoh hubungan Iran dan Lebanon, serta menegaskan kelanjutan perjuangan melawan rezim Zionis.
Your Comment